Media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mengalami gangguan akses pada Kamis (28/8). Kejadian ini terjadi saat demonstrasi di DPR mulai meningkat, menimbulkan perhatian luas di kalangan warganet.
Berdasarkan laporan dari situs pemantau, ketidakstabilan pada platform X dimulai sejak pukul 17.34 WIB. Kemudian, laporan tersebut meningkat pesat hingga mencapai 107 keluhan pada pukul 18.19 WIB.
Gangguan Akses X yang Menghebohkan Warganet
Pada saat puncaknya, banyak warganet melaporkan kesulitan dalam mengakses platform tersebut. Anehnya, beberapa pengguna masih dapat mengakses X dengan lancar, menciptakan kebingungan di antara mereka yang tidak bisa mengakses.
Salah satu akun di X menginformasikan bahwa gangguan ini sangat signifikan, mendorong pengguna untuk menggunakan VPN sebagai solusi. Disarankan juga agar pengguna lain tetap tenang sambil menunggu perbaikan dari pihak pengelola.
Dalam banyak kasus, pengguna melaporkan bahwa gangguan ini disebabkan oleh operator tertentu, yang membuat keadaan semakin rumit. Namun, tidak semua pengguna terpengaruh dan ada yang mengakses tanpa kendala sama sekali, menunjukkan ketidakbersamaan dalam dampak tersebut.
Situasi di Sekitar Demonstrasi di Jakarta
Sementara itu, aksi demonstrasi di sekitar gedung parlemen Jakarta terus berlangsung dan semakin memanas. Dimulai dari kelompok mahasiswa yang menggantikan aksi buruh yang telah ada selama beberapa jam sebelumnya, suasana menjadi semakin tegang.
Sejak pukul 14.00 WIB, para mahasiswa berkumpul di gerbang utama gedung DPR. Namun tanpa diduga, aksi damai tersebut beralih menjadi bentrok menjelang sore hari, menimbulkan kerusuhan yang membuat aparat keamanan terpaksa turun tangan.
Kerusuhan ini menyebabkan massa terpecah ke beberapa titik sekitar gedung parlemen. Kejadian tersebut menunjukkan betapa tidak terduganya perubahan situasi di lapangan, yang beriringan dengan masalah akses media sosial.
Tanggapan Resmi dari Pihak Berwenang
Sampai saat ini, pengelola platform X belum memberikan pernyataan resmi terkait gangguan yang terjadi. Komunikasi dengan pejabat tinggi seperti Menteri Komunikasi dan Digital dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital belum membuahkan hasil.
Kendati demikian, perhatian terus tertuju pada mereka yang berusaha mencari penjelasan lebih lanjut mengenai situasi ini. Rasa ingin tahu masyarakat akan kinerja dan transparansi platform sosial semakin meningkat ketika insiden seperti ini terjadi.
Di sisi lain, pengguna diharapkan tetap waspada dan memanfaatkan sumber daya lain dalam memperoleh informasi terkini. Mengingat proses komunikasi dan informasi yang semakin penting di tengah situasi yang tidak menentu seperti ini.